aku tetaplah aku

Andai langit berubah kelam, aku tetaplah aku.

Sampai langit dilintasi kawanan burung senja ini, aku tetaplah aku.

Hingga temaram itu pudar, aku tetaplah aku.

Hari pun terseret malam, aku tetaplah aku.

Lalu hitam malam melebur sempurna, ku tak berubah.

Bahkan saat bangun besok pagi, aku mungkin masih diriku.

Hanya bila pelita budi ku mati,

aku tak tahu lagi siapa aku.

Advertisements

8 thoughts on “aku tetaplah aku

  1. @ surani: ada bisikan mampir di telingaku:” aku merindukan dirimu yang dulu” that’s why jadi kepikiran ini, he3

    @ sarah: pusing po’o mbak?? lha gitu aja kok repot, jangan dipikir…

  2. ketika mimpi terkikis dunia, apakah aku tetap aku?
    ketika rasa putus asa memelukku, apakah aku tetap aku?
    ketika noda hitam dihati semakin menjerat, apakah aku tetap aku?

    aku hanya manusia lemah yang membutuhkan sang pemilik kekuatan
    aku tidak akan pernah menjadi aku jika cahaya tidak diberikan olehNya

    tetap berjuang untuk menjadi aku hingga aku tertanam di kedalaman bumi adalah arti dari keberadaan “aku”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s