asimetri alam semesta

Simetri partikel antipartikel dan validitas hukum kekekalan sudah terbukti. Salah satu asumsi penting adalah bahwa dalam penciptaan partikel, antipartikelnya pun sekaligus diciptakan. Hal ini berdasar pada alasan bahwa konservasi bilangan baryon (B) dan bilangan lepton (L) yang merupakan simetri aksidental pada model standar minimal untuk fisika partikel. Akan tetapi terdapat banyak contoh sistem fisika yang menyimpang dari simetri hukum fisika. Simpangan dari simetri hukum fisika merupakan hal yang diperlukan untuk suatu sistem maskroskopik Walaupun begitu, penjelasan ketaksimetrian materi di alam semesta yang menyatakan bahwa kelimpahan baryon terdapat sejak awal nampak tidak sesuai dengan kajian kosmologi. Oleh karena itu perlu untuk mengetengahkan suatu model yang mengijinkan adanya asimetri baryon tersebut. Kebanyakan upaya-upaya teoritis yang menjelaskan hasil observasi belakangan ini terfokus pada dua kemungkinan:

1. materi dan antimateri telah terpisah pada masa awal pembentukan alam semesta dan membentuk domain-domain tersendiri, yang tersusun oleh materi, dan yang satunya lagi oleh antimateri.

2. kesimetrian total alam semesta pada masa-masa awal, berevolusi secara dinamis menuju ketaksimetrian dimana seluruh antimateri perlahan menghilang melalui beberapa proses mikroskopik

Jika pun terdapat sebuah domain antimateri, jaraknya mestilah sangat jauh, mencapai lebih dari 1000Mpc. Namun jika ini terjadi, anihilasi takkan terhindarkan. Daerah materi-antimateri yang lebih besar dari 20MPc harus mengalami kontak, karena uniformitas CMBR. (W.H.Kinney, E.W.Kolb, M.S.Turner 1997). Hasil pengamatan Big Bang nukleosintesis, radiasi latar kosmik, dan difusi sinar gamma tidak mengindikasikan keberadaan kantung-kantung antimateri secara signifikan.

Lebih umum lagi, bila terdapat domain materi dan antimateri, maka anihilasi akan terjadi pada antarmuka keduanya. Jika ukuran dari domain tersebut cukup kecil, maka energi yang dilepaskan oleh anihilasi ini akan menghasilkan difusi sinar gamma dan distorsi radiasi gelombang mikro kosmik, yang keduanya tak ditemukan dalam pengamatan. Analisis numerik yang teliti yang telah dilakukan oleh Cohen, dkk menunjukkan bahwa alam semesta seluruhnya harus terdiri atas materi atau antimateri pada skala mencapai ukuran Hubble. Nampaknya alam semesta memang secara mendasar bersifat materi-antimateri asimetris.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s