Hiduplah kembali, bukan untukku

Katakanlah sayangku, apa sungguh ada yang tak mungkin bagiNya?
Berapa keajaiban telah kau saksikan? Lalu berapa besar masalahmu?
Siapakah yang pernah hadapi hal serupa?
Apakah yang merisaukanmu membutuhkan keajaiban besar pula?

Sayangku, sebaiknya kau tata kembali pikiranmu…
Buang semua informasi sampah
Istirahatlah dalam shalatmu, benamkan diri pada khusyuk yang dalam

Berapa kali sehari kau berdo’a?
Berapa kali kau mohon kekuatan dan minta kemudahan diturunkanNya dari langit?
Oh oh… jangan terlalu percaya pada kekuatan manusia sayangku…
Manusia hanyalah makhluk lemah yang sedikit diberi kenikmatan akal
Jangan berpikir bisa menaklukan segalanya dengan secuil keistimewaan itu
Tak ada artinya sayangku, tak berarti
Tunduklah sebagai hamba! hanya padaNya
Tegaklah sebagai pemimpin! di atas bumiNya

Kedewasaan menambah beban di bahumu, ya kutahu itu, sadarilah juga olehmu!
Tapi tak hanya itu,
ia pun menambah tinggi pijakan kakimu, karenanya cakrawalamu meluas;
makin tajam nalarmu, hingga terbaca perkara di balik tabir;
makna di balik kata-kata;
maksud di balik perilaku;
halusnya hatimu mampu mendengar rintihan yang bisu;
tertampak oleh mata batinmu, air mata yang tertahan;
dan kehendakmu…kekuatannya tak sebatas semangat muda.

Sayangku, bunda selalu ada, menjagamu…
dengan do’a dan harapan, tak pernah putus sepanjang malam
Maka hiduplah kembali…
Anakku…
untuk alasan kau dicipta…

Ingatlah,
Tuhanmu menyaksikan
Ia kan bertanya kelak
Jangan biarkan bunda menangis di hari itu…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s