tak bisa tidur lagi

1

pagi lagi, bangun tak kau?

selamat malam, oh tidak, selamat pagi kiranya lebih cocok saat ini
maaf aku tak jeli membaca waktu
memang masih gelap tapi hari telah berganti
masih beginilah pula kita?
dalam selaput sel malam yang nyaman
membuat terpejam, padahal semua di luar sana ‘tlah berubah
bergegas mencari bentuk barunya
dan kau? ha! menggeliat pun enggan

hayo bangun!
tak kau peduli ayam pun ‘tlah malas berkokok untukmu
aku tak bisa tidur lagi, tak juga kausadari itu berkat kau!
tak habis pikir kenapa bisa kau ngorok berjam-jam, bikin mataku susah lagi terpejam

hei,bangun cepat
pagi sebentar lagi nyata
maukah kau lewatkan rezeki ditabur di atas jagat
seperti ‘kmarin, dan kemaren lagi, kemarinnya lagi?
canggih betul setan yang kencing di kupingmu

ya Tuhan, berkatilah kami! bangunlah kau atau…
kusiram!

2

ah, mengapa begitu senang bicarakan masa lampau
ia mungkin memesona, tapi tenggelam di sumur kenangan
apalagi jika menggurat luka
rasa sakit tak tinggal di hari kemarin

mengapa pula senang berandai, jika dahulu…
yang lalu bukan milikmu.
masa muda hanya umur yang ‘tlah lewat
saat itu terlepas jauh kini

hai, adakah kau tahu?
sejarahku dan dirimu
tentang mereka dan kita
hanya akan berarti dalam wacana kini
andai kau baca sebagai hikmah
‘tuk bangun masa depan
bukan mengoreksi yang lampau

sesal, sesal, sesal
takkan datang di muka
begitu ayahku berkata.
namun salah kepalang jadi,
apa boleh buat?
jangan saja kau ulang soal itu.
itulah beda kau dan keledai
yang satu selamanya dungu, yang satu bisa belajar asal mau

tak banyak tempo tergenggam kini
baterai hidup kita ‘unestimated‘ istilahnya
maka bergegaslah, laksana cahaya
berkelebat tinggalkan jejak indah pada kosmos peradaban
yang lampau biar menggantung di ekormu
hadapkan wajahmu ke muka
pada sapaan tantangan baru


3

hari ini, hari inilah

hari ini sayangku, kita janji bertemu hari ini tepat di sini
oh tidak, jangan lagi… jangan lagi bawa kemarin, bawa dulu, bawa lampau, bawa lalu
hari ini saja untuk kita

di telpon kau janji padaku, yang telah dilewati… katamu
ah ya sudahlah, biar semua berlayar menjauh pada sungai kala
semakin berjarak dengan kita
dan kini, kembali kau tak konsisten
oh Tuhan, lihatlah dia…
bosan kuingatkan kau sempitnya waktu kita

aku minta rencana bukan kenangan
aku mau masa depan bukan nostalgia
berjalan maju denganku atau enyahlah kau berjalan mundur
sana di belakangku

dulu, kau bilang kita pernah jaya
iya,iya tapi aku ingin dengar kapan kita digdaya lagi
dulu kita tanggung kekalahan berat, ucapmu lagi
iya, iya, tapi kuingin tahu kapan kita bayar tuntas hina itu
dulu kita hebat
iya,iya,aku mulai tak sabar,aku cuma ingin kepastian
kapan kita jadi kuat lagi, titik.

sejarah dibuka untuk merancang napas yang baru
bukan tenggelamkan dirimu dalam comberan angan
oh sudahlah, berjalan denganku atau…atau…
busuklah kau pada jikalau-mu.

padaintan, 16 maret 2009

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s