Allah tidak akan membiarkan seseorang sesumbar menyatakan beriman tanpa diujinya. Karena Ia juga mengatakan bahwa tiada yang akan diuji di luar kesanggupannya, maka percayalah bahwa bersama ujian tadi Iapun menyertakan kekuatan agar dapat melaluinya. Hanya saja memang berbeda-beda kekuatan itu. Berbeda-beda macamnya. Ada yang diberinya kesempatan menempa diri dengan latihan kesulitan-kesulitan. Ada yang dikirimkannya guru untuk mengajari, ada yang diberikan sahabat atau pendamping yang dapat berbagi kekuatan. Yang pasti, lewat penyiapan apapun, secara potensi kesulitan itu mestinya bisa ditaklukkan. Jika tidak, hendaklah kita koreksi diri, apakah sudah cukup kita berpayah-payah? Jika ya, sudah, jawabnya, mungkin itulah ujian yang berikutnya, derita kegagalan yang mestinya cukup kuat kita tanggungkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s