Urusan Penting

Ada berita sore itu. Katanya, Pak RT mau kumpulkan warga. Untuk apa aku tak tahu.

 

Aku diminta pukul kentongan agar semua orang dengar.

Kutanya, “Kenapa tak buat asap di atas bukit agar orang tuli tetap tahu beritanya?”

“Nanti orang buta tak bisa melihatnya?” Kujawab, “Kan bisa mencium baunya. Adakah yang cacat penciumannya di kampung kita?”

 

“Ah, tadi kau bilang, asapnya dibuat di atas bukit. Sejauh itu, baunya takkan sampai.”

 

Betul juga. Aku putar otak.

Seseorang bicara, “Biar dibuat asap di depan rumah mereka, bagaimana?”

“Kalau begitu, mengapa tidak ketuk pintu satu-satu?”

“Ah, tidak bisa begitu. Nanti dikira urusan tetangga saja. Ini mesti resmi! Urusan masyarakat. Urusan pemerintahan. Tidak boleh sekedar seperti ketuk pintu tetangga.”

 

“Oh, begitu? Jadi sudah diputuskan ini semua? Jadi nanti saya jalankan rencana itu pak? Omong-omong bapak mau mengumumkan apa?”

 

“Ya, itu tadi. Warga harus berkumpul. Ada urusan penting.”

 

“Urusan pentingnya, apa Pak? Nanti ada yang bertanya.”

“Ya urusan penting pemerintahan. Pengumuman penting. Ya itu tadi. Setelah warga kumpul nanti saya umumkan. Kamu jangan kasih tahu mereka dulu. Nanti saya akan bilang bahwa mulai saat ini, agar lebih efektif dan efisien, untuk mengumpulkan warga, kita pakai cara buat asap di depan rumah itu tadi.” Sekian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s