Mengamati GBT di Masjid Gedhe

Meski tahu bahwa gerhana bulan total ini (10 Desember 2011) akan jadi yang terakhir untuk bisa diamati utuh  (lihat: OH2011-Fig06) di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan, awalnya aku tak berencana untuk ikut mengamati langsung.

Tapi kemudian aku mendapat undangan pengamatan dari Pak Ma’rufin di facebook. Beliau dan tim melakukan pengamatan di RS PKU Muhammadiyah, Gombong, Kebumen. Wah jauh, tapi ternyata ada juga titik pengamatan di Yogyakarta, yaitu di Masjid Gedhe.   Wah, mobok manggih gorowong alias pucuk dicinta ulam tiba. Aku memang ingin mengunjungi Masjid Gedhe tapi masih mencari waktu dan rancangan aktivitas, biar bisa “sekalian” kalau ke sana, bukan sok-sokan seperti turis yang datang, berkeliling, tanya-tanya, manggut-manggut, hehe.

OK, aku tiba di Masjid Gedhe menjelang maghrib. Aku melalui gerbang samping karena berjalan dari Jalan KHA Dahlan dan masuk ke Gang Kauman. Jadi, tidak masuk lewat alun-alun. Aku berwudlu dan sempat memotret puncak atap masjid dari tempat wudlu perempuan.

Setelah maghrib ada pengajian. Ternyata malam minggu  adalah jadwal kajian tafsir di Masjid Gedhe. Hanya saja, ketika bertepatan menjelang GBT dan pengisi rutin tafsir yang dijadwalkan mengisi hari itu juga berhalangan, jadilah kajian diisi dengan kaifiyat shalat gerhana. Ah, aku lupa nama ustadz-nya. Tapi beliau menjelaskan baik sekali, mulai dari memberi gambaran singkat peristiwa gerhana, dalil-dalinya sampai mempraktikkan langsung kaifiyat shalat-nya sehingga warga yang datang dipastikan sudah mendapatkan ilmunya sebelum melaksanakan shalat nanti.

Menariknya, dalam kajian, kami semua disuguhi teh manis panas, lengkap dengan ketan tabur daging cincang, wah sedap, hehe. Setelah shalat gerhana malam itu juga ada kajian kedua bertopik “Kajian Ilmiah Gerhana Bulan” yang dibawakan seorang astronom dari komunitas JAC (Jogjakarta Astronomer Club). Nah, dalam kajian kedua ini ada lagi teh manis kedua, dan penganan dalam kotak (snack box). Wah, asik kajian di sini, kenyang ilmu, kenyang jajanannya juga, haha.

Oh ya, dalam pengamatan malam itu, ada sejumlah lembaga yang bekerjasama untuk menyelenggarakan pengamatan dan shalat bersama GBT 2011, antara lain: LAPAN, JAC, Langit Selatan, Takmir Masjid Gedhe. Sayangnya, awan terlalu gelap, jadi bulan sulit diamati. Akhirnya yang diproyeksikan ke layar untuk dapat ditinjau masyarakat adalah hasil simulasi Stellarium, yah jadi mantau via Stellarium dua kali deh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s