liebe tochter

Saat itu aku terpaksa bertolak. Kutinggalkan kalian, lepas dari tanganku. Aku bukan ibu sesungguhnya dan masih harus menapaki jalanku sendiri. Mencari terang dan mengejar angin yang berlari.

Mungkin aku terlampau egois dan keras kepala tapi tak ada lagi yang sanggup menahanku. Sementara aku tahu, kalian dengan kekuatan sendiri masih akan sanggup berdiri.

Degup rindu, satu atau dua kali berdentum keras. Tapi aku harus kuat agar tak lenyap. Kuminta kalian tetap tegap. Begitulah persatuan adanya, tak pernah kekal.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s