Kahuripan

Kehidupan, nama yang elok bagi sebuah kereta yang bergerak terus arungi masa; untuk hidup, berjalan, berkembang, mencipta. Banyak hal kita lalui dalam hidup. Pada dunia kita ada, bersua, berpisah, menyendiri.

Derak roda kereta menyentakkan irama, denyut kehidupan. Akan sesuatu yang sempat terhenti, sesuatu yang kemudian berdegup kembali setelah sebuah kabar. Kuterima pesannya. Darinya yang telah kembali.

Seketika dalam perjalananku tertuang penuh pemikiran tentang hidup. Tentang jalan yang ditapaki dan yang membentang. Hatiku penuh. Emosi membuncah. Senang, kesal, sedih, rindu, berpadu. Tak tahu lagi ekspresi yang tepat. Serasa hendak menangis, namun tiada air mata.

Di antara guliran roda kereta yang berpacu dengan masa, hidup berlari hadirkan tanya demi tanya. Kini semua berpusar pada satu pertemuan. Apa yang harus dikatakan? Perlukah mengatasi kebisuan dengan jujur yang tertunda? Apakah pengakuan adalah rencana terbaik?

Ah, kahuripan. Kita semua bernapas dalam hidup. Bersama segenap unsur yang tumbuh, berkembang, bergerak. Begitu pula dalam jiwa, ada yang menyala, ada yang padam, ada yang terlupakan. Waktu memberi kesempatan berpikir ulang. ‘Pabila bayang terbitkan rindu, namun nyata hadirkan asing, apalagi untuk digenggam? Sungguh kupikir, masih teramat banyak yang perlu diuji waktu, agar kita punya alasan, untuk bertahan atau berlalu. Oh, kehidupan, begitu rumitnya jalan untuk pulang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s