Menganggap Manusia

Kamu berjalan dan melewati sebongkah batu. Kamu terus saja berjalan.
Kamu berjalan dan melewati seseorang yang duduk di tepi jalan. Apa yang kamu lakukan, terus berlalu saja, mengabaikannya.
Batu dan manusia kausamakan seperti itu.

Sementara kamu sedang duduk-duduk, angin berhembus. Suara gemerisik debu atau apalah yang dihembus angin tak mengganggumu untuk tetap konsentrasi pada pekerjaanmu.
Saat makan di warung, ada pengemis lewat menadahkan tangan. Kamu mendengar suaranya, tapi menolehpun kamu enggan. Suara manusia seperti angin saja buatmu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s