Minus

Setiap orang berjuang melawan kelemahannya masing-masing. Tidak ada yang sempurna. Bahkan kata “sempurna” bisa dibilang asing di dunia fana. Jikapun ada yang tersebut sempurna, mungkin lebih tepatnya hanya terduga sempurna.

Apalagi manusia. Ah, makhluk yang satu ini memang menakjubkan. Kompleksitasnya terkadang melampaui batas imajinasi. Termasuk satu hal yang selalu melekat sebagai sifatnya: kelemahannya.

“Lemah” tidak hanya memiliki satu wajah. Lemah beragam dalam wujud dan maknanya. Namun belakangan saya percaya bahwa apapun persepsi manusia terhadap kelemahan, hidupnya adalah perjuangan mengatasi kelemahan itu. Entah tujuannya hingga mengeliminasi atau sekedar memiliki kekuatan untuk mengelola kelemahannya itu.

Bagaimana manusia mempersepsikan dan mengatasi kelemahannya bergantung pada bangunan ilmu yang ada padanya. Ada yang menganggap kelemahan adalah ketiadaan harta maka sekuat tenaga ia mencari kekayaan. Ada yang menduga sumber kelemahannya adalah posisi rendah dalam struktur masyarakat lalu ia merangkak memanjat mencari jabatan. Ada yang berpendapat kebodohan adalah kelemahan tertinggi hingga sibuklah ia mencari ilmu. Ada juga yang menyangka cinta sebagai kelemahan dan berusahalah ia menolaknya, eh… Mungkin masih ada lagi bentuk kelemahan lainnya.

Mengapa manusia sibuk mengatasi berbagai kelemahannya? Karena pada dasarnya manusia cenderung pada kuasa. Cenderung pada kondisi plus dari minusnya. Kekuatan untuk mengatasi kelemahannya-apapun itu-memberi rasa aman yang lebih baginya dan kadang menjadi nilai utama kehidupannya.

Namun ambisi mereduksi “minus” ini justru menekankan status minus manusia yang mustahil menjadi sempurna. Tak heran ada yang diperbudak harta, mabuk kuasa, diperalat ilmu, dan lain sebagainya.

Hmm…, lantas bagaimana? Minus itu niscaya. Tapi upaya mereduksi minus dengan ‘nafsu menjadi plus’ ternyata berpotensi membawa celaka. Mungkin untuk memahami nilai minus saja kita perlu bimbingan, apalagi dalam menentukan jalan mereduksinya hingga bernilai plus. (bersambung)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s