Kangen

Aku  memikirkan seberapa besar kontribusi tubuh pada bangunan kedirian (self). Saat ini, manusia dengan mudahnya terhubung satu sama lain; dapat berbicara dan mendengar via telepon, melihat melalui video call, dan secara umum melalui berbagai sarana itu mereka dapat berbagi emosi dan pikiran dengan sesamanya. Namun tetap saja, pada sejumlah relasi, semua itu belum cukup hingga benar-benar dapat berbagi ruang yang memungkinkan untuk menatap langsung dan berbagi sentuhan. Jika kita menganggap diri manusia merupakan hal abstrak yang mengejawantah pada sikapnya, dalam luapan emosi atau pemikiran yang semuanya terwadahi oleh bahasa, mengapa keterpisahan ruang meski disertai interaksi tidak langsung yang begitu banyak  seperti itu masih pula menerbitkan rindu?

Bisa dibilang keterpisahan macam itu semu,‘kan? Yah, semua ini bisa saja salah karena tesis awal yang salah bahwasanya “ diri manusia merupakan hal abstrak yang mengejawantah pada sikapnya, dalam luapan emosi atau pemikiran yang semuanya terwadahi oleh bahasa“. Mungkin memang itu komponen utama dalam kedirian sebagai aktualisasi dari akal yang menjadi penentu kemanusiaan. Tapi, sejatinya, di dalam dunia fana ini kita masih beratribut tubuh yang fana serta kehendak-kehendak dan kecenderungan yang juga terikat dengan kondisi kita tersebut. Jadi tesis itu belum lengkap bila dikaitkan dengan konteks keduniawian.

Aku bisa menelponmu, mengirim pesan, menerima berita bahwa kau baru saja makan, atau kehujanan, atau baru pulang dan kelelahan. Tapi semua itu tak cukup untuk sekedar kuketahui. Entah mengapa aku merasa perlu melihat langsung wajah puas dan penuh syukurmu selepas menandaskan makanan lezat, memastikan kau tidak masuk angin karena kedinginan, juga tak bisa kutahan keinginan untuk memijat pundakmu, setidaknya, untuk menawarkan sedikit lelahmu. Gambar dan suaramu saja tak cukup. Takkan pernah cukup.

Baiklah kalau begitu, secara umum saja kusimpulkan bahwa rindu semacam itu tidak semu, ia nyata. Juga wajar saja bila aku merindukanmu. Tidak berlebihan dan tidak mengada-ada.

Advertisements

One thought on “Kangen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s