Cincin

Aku berjumpa dengannya semalam. Dia masih tetap sama, menyebalkan tapi dirindu. Ah, orang itu. Kukenal sejak bocah dan seolah tak ada yang berubah di antara kami meski bertahun-tahun tak jumpa. Tapi anehnya, meski masih saling mengenali, untuk saat ini seperti ada yang tak biasa. Kami bingung hendak bicara apa. Duh…! Dua orang di sana menertawai kami.
“Kalian ngapain ?”, kata mereka melihat kecanggungan di antara kami.

Tak kuduga, temanku langsung menyahut, ” Dia masih saja mengenakan cincin dari kekasihnya. Bagaimana caraku meminta dia menukarnya dengan ini?”

Itu terjadi malam tadi, lalu aku tak ingat apa yang terjadi hingga membuatku ciut dan terkurung dalam cincin raksasa ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s