Orasi brengsek!

Saya, kamu, kita semua sedang berjuang menjadi semanusia-manusianya kita. Saya harap, ada kesadaran itu dalam jiwa kamerad sekalian! Jika tidak, naluri akan membimbing kita untuk menjalani bentuk kehidupan terendah. Tidak! Bukan hewan, bahkan lebih buruk dari ternak! Kalian baca tidak kitab suci yang kalian puja puji itu?!


Bagi yang sadar, perjalanan ini sangat berat. Kita ibarat hewan nista bermimpi jadi dewa. Mahametamorfosa! Tidak ada yang akan jadi dewa. Tapi kita ditakdirkan jadi manusia. Apa itu? tak ada definisinya, kecuali kita dari tanah dan punya akal yang nisbi. Modal yang bisa membuat kita menggeliat membusuk di atas asal usul kita atau berdiri tegak memakmurkannya.

Kita tidak langsung bisa! Konyol betul dan naif kamu yang berpikir punya akal dan pegang kitab bisa dapat jackpot hidup bahagia. Modal itu bisa kamu tumbuhkan atau buang, tolol! Banyak di antara kita yang sempat menjilat tahi sambil punya pikiran mengawang swarga. Jijik? Pikirkan perbuatanmu sendiri dan seharusnya kamu lebih merasa jijik lagi! Jika tidak, lidahmu belum pindah tempat, hiiiy ..!

Kita brengsek, tapi bukan tak punya harapan. Kita brengsek saat melihat orang lain kalah brengsek dibanding kita, bahkan saat sadar ada yang lebih brengsek dari kita. Masih tak paham? Itulah brengseknya membandingkan diri!
Kamerad sekalian, hidup kalian masing2 di tangan kalian. Basi! Jangan sebut aku brengsek lagi. Jangan usil. Kasihan pada diri sendiri sebelum orang lain!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s