Irit Bicara

Akia, malam ini aku teringat nasehat seseorang. Iritlah dalam pembicaraan, katanya. Bukan tidak boleh bicara panjang. Jika memang saatnya, tidaklah benar meringkas ungkapan panjang. Akan jadi tak jelas. Tapi, ungkapan singkat itu semacam jika minta maaf, katakan maaf. Sudah, titik. Tanpa tapi, tanpa dan. Bersyukur katakanlah terima kasih, tanpa puji-puji, karena itu hak Tuhan.

Sungguh terlalu banyak kata-kata diobral hingga rasanya menjadi hambar. Kau setuju, Akia?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s