Melihatmu tersenyum

Aku melihatmu tersenyum dalam lelap, Akia. Kuharap itulah gambaran jiwamu, tenang dalam genggaman-Nya. Entah kapan kita akan jumpa, tapi aku sudah sedikit merasa bahagia.

Pencarianku seolah mencari titik terang. Perjalananku yg berkilo-kilometer jauhnya membawaku untuk kembali pada diri sendiri. Bahwa bahagiaku mesti kucari dan kutumbuhkan dalam jiwaku, dalam senyumku sembari terpejam. Takkan kutemukan dalam pandangan nanar pada dunia. Tidak ada di sana.

Aku ingin tersenyum sebersih jiwamu yang belum terkotori debu dosa, sayangku. Sempat terbayang tugas berat menanti untuk menjaga senyummu tetap seperti itu. Tapi Arrahman Arrahiim takkan lalai menjaga dan membimbingku.

Rinduku padamu adalah kerinduan untuk kembali suci, kembali jernih dalam jiwa. Sampai jumpa, sayangku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s