Ketika anak bertanya haruskah kita menjawab?

Beberapa teman kadang bertanya bagaimana aku menjawab anak yang bertanya the bla and the bla… Kebanyakan orang dewasa fokus pada “harus menjawab apa” namun kurang menaruh perhatian pada pertanyaan itu sendiri. Seolah tak ada waktu menelisik, kenapa pertanyaan ini muncul? Apa yang hadir di benaknya? Mengapa pertanyaan ini muncul dengan ekspresi demikian? Pada saat sekarang ini? Apa yang terjadi? Apa itu yang benar-benar dimaksud oleh anak? Problem apa sebenarnya yang ia sedang pecahkan?

Menurutku, kegagalan fundamental pemecahan masalah pada orang di masa dewasanya dimulai dari kegagalannya bertanya. Kegagalannya merumuskan masalah. Kegagalan menyusun prioritas soal.


Ntaran lagi… Udah harus tidur.

(18.11.15)
Kita lanjutkan…
Apakah kita harus menjawab pertanyaan anak? Atau mungkin diabaikan saja?

Eitss, jangan berani melakukan itu kecuali ingin menumpulkan intelektualitas anak, kepeduliannya terhadap situasi, respeknya terhadap diri sendiri, dan sederet calon masalah lain. Permasalahannya bukan sekedar jawab atau tidak tapi bagaimana kita merespon dengan sesuai.

Dunia ini adalah hal yang baru bagi anak. Lima tahun pertamanya adalah masa eksplorasi paling massif.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s