Like Father, Like Son

image
Sumber: http://yuihiga.livejournal.com/2361.html?page=

Satu film lagi dari Koreeda, salah satu sutradara favoritku. Temanya terkait dilema yang dihadapi dua keluarga saat menghadapi kenyataan bahwa anak mereka tertukar ketika bayi di rumah sakit.

Film dibuka dengan adegan wawancara (sepertinya wawancara juken) keluarga Nonomiya. Saat ditanya Keita lebih mirip siapa antara ayah atau ibunya, sang ayah menjawab lebih mirip ibunya dari kelembutannya. Tapi nada bicaranya tidak menyiratkan kebanggaan. Memberi petunjuk pada kita bahwa ada ketidakpuasan dalam dirinya terhadap sang anak. Hal itu diperkuat pada adegan saat Keita berlatih piano di rumah.

Suatu hari mereka dikejutkan dengan pemberitahuan dari rumah sakit tentang kasus bayi tertukar. Kedua keluarga pun berjumpa. Mereka berasal dari latar belakang berbeda, secara ekonomi, tradisi, dan pola pengasuhan. Fakta anak yang tertukar membuat hidup mereka tak sama lagi. Beberapa pertemuan difasilitasi pihak rumah sakit untuk memperkenalkan kedua pihak dan terutama mendekatkan anak-anak dengan orangtua kandungnya.

image
Sumber: http://nextprojection.com/2013/05/18/cannes-review-like-father-like-son-2013/

Tidak mudah bagi semuanya. Enam tahun bukan waktu sebentar, dan bagi kedua anak itu, itulah seumur hidup mereka. Kedua keluarga itu kemudian menghabiskan waktu liburan bersama beberapa kali. Mereka punya kesempatan bicara, mengamati, membiasakan diri satu sama lain sembari memikirkan solusi apa yang terbaik, terutama bagi anak-anak. Rasa bingung, frustasi, kecewa, sedih, bergantian hadir dengan keceriaan anak-anak dan orangtuanya. Film ini menunjukkan kewajaran pergolakan emosi.

Tertukarnya anak tidak sesederhana tertukar barang yang bisa dikembalikan kapanpun. Anak tetap adalah eksistensi hidup dengan akumulasi pengalamannya sendiri. Apakah ikatan darah lebih penting dari ikatan emosional yang terbangun bertahun-tahun? Sesuai dengan tagline pada poster film, “Pada titik apakah seorang ayah, menjadi “ayah”? Dua figur ayah dalam film ini pun seolah ditantang untuk menjawab pertanyaan itu.

Kemudian, bagaimana dengan kehendak seorang anak? Anak usia enam tahun sudah mampu menalar dan memiliki memori cukup banyak meski mungkin belum berkapasitas memutuskan. Tapi sikap anak-anak ini menghadapi krisis yang mereka hadapi juga menunjukkan hal penting tentang yang paling mereka butuhkan dari yang bertindak sebagai orangtua mereka.

Tema keluarga yang dibawa Kore-eda seringkali menarik bukan karena kerumitannya atau tingkat dramatiknya, tapi pada kedalamannya mengeksplorasi konflik-konflik dalam diri, dalam relasi. Sesuatu yang sangat keseharian, sangat natural, sangat manusiawi, sangat kita. Bagi penonton film yang mencari hiburan, hal-hal seperti ini mungkin akan jadi membosankan. Tapi bagiku, penggambaran cerita seperti itu sudah lewat dari antara unsur fiksi atau fakta. Lebih dalam lagi, ini bukan tentang Keita atau Ryuusei, tapi secuplik cerita tentang kemanusiaan kita.

————
DETAIL
Judul: Like Father, Like Son/ Soshite Chichi ni Naru/ そして父になる
Sutradara: Hirokazu Koreeda
World Premiere: May 19, 2013 (Cannes Film Festival)
Waktu rilis: October 5, 2013
Bahasa: Japanese
Asal: Japan

CAST
Masaharu Fukuyama – Ryota Nonomiya
Machiko Ono – Midori Nonomiya (Ryota’s wife)
Yoko Maki – Yukari Saiki
Lily Franky – Yudai Saiki
Keita Ninomiya – Keita Nonomiya
Shogen Hwang – Ryusei Saiki
Jun Fubuki – Nobuko Nonomiya
Jun Kunimura – Kazushi Kamiyama
Kirin Kiki – Riko Ishizeki
Isao Natsuyagi – Ryosuke Nonomiya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s