Hikmah

يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَن يَشَاءُ ۚ وَمَن يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرً‌ا كَثِيرً‌ا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ‌ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ

Allah menganugrahkan hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barang siapa dianugrahi hikmah maka sungguh ia telah diberi kebaikan yang amat banyak. Dan hanya orang-orang berakallah (ulul albaab) yang dapat mengambil pelajaran. – Q.S. Al-Baqarah [2]: 269

Hikmah adalah pemahaman tentang posisi yang tepat dan layak atas segala sesuatu. Sejauh ini yang kupahami terkait dengan essence and true nature of something. Sesuatu yang diajarkan Allah pada Adam dan anak-anaknya sebagiannya. Pemahaman akan hikmah menjadi landasan dalam membangun adab. Perbuatan atau sikap yang tepat terhadap suatu situasi. Kesesuaian antara situasi dan adab akan menghasilkan keadilan. Itulah makna ‘adil. Kebalikannya adalah zhalim. Sedikit menyadarkanku kenapa kebalikan ‘adil adalah zhalim yang seakar kata dengan zhulm alias kegelapan. Jawabannya karena adil adalah efek dari cahaya hikmah. Hikmah itu penyingkap kebutaan dan kebodohan.

Manusia berada dalam kebutaan dan kebodohan sehingga cenderung berbuat kesalahan, berbuat tidak adil. Melakukan hal-hal yang melenceng dari yang diharapkan, melanggar fitrahnya, hingga Allah membukakan hikmah baginya. Tapi hikmah memang priviledge khusus untuk hamba-hamba pilihan yang senantiasa mendekatkan diri pada-Nya sehingga Allah menjanjikan pada mereka bahwa Ia akan menjadi mata yang mereka melihat dengannNya, dan seterusnya.

Kupikir karena itulah agama ini diturunkan dengan seperangkat aturan yang meski global tapi praktis sehingga bagi sebagian besar orang yang belum sampai pada ilmu hikmah, setidaknya ketaatan mereka pada aturan ini akan membatasi gerak pengrusakan diri mereka. Setidaknya secara lahir akan semakin sedikit yang menzhalimi hak sesama atau dirinya sendiri. Hanya saja selalu kembali pada niat. Jika ketaatan itu dasarnya taqwa, bisa jadi Allah akan membuka pintu hikmah, menjadikan mereka ulul albaab. Jika tidak, bahayanya akan kembali pada jiwa sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s