Gamelan dan Rasa

Tanpa harmoni, bunyi tiap instrumen gamelan akan menggelinding sendiri-sendiri. Itulah mengapa rasa sangat penting pada permainan instrumen massal yang dimainkan tanpa partitur, tanpa konduktor ini. Gamelan mungkin cocok dianggap sebagai representasi nilai timur yang mengagungkan harmoni dalam kelompok. Tidak ada nomor ‘concerto‘ waditra gamelan, umm mungkin bisa untuk suling atau kendangnya, tapi tidak untuk waditra utamanya yang merupakan instrumen perkusi. 

Maka ketika permainan gamelan rasanya masih belum ‘padu’, spiritnya belum  dapet. Sayang sekali, seperti malam ini. Sepulang menonton konser gamelan, aku perlu kalibrasi telinga dengan mendengarkan musik Joe Hisaishi. Tidak sengaja kupilih sih. Aku hanya memainkan opsi i’m feeling lucky pada pemutar musik Google di HP-ku. Ternyata yang keluar “Itsumo Nando”. Ya sudah. Oyasumi!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s