Bagaimana Fief Terbentuk

Ini adalah tulisan kedua terkait sejarah Masyarakat Feodal Eropa yang pernah kutulis sebelumnya. Pada bagian ini akan diuraikan proses terbentuknya fief.

Cara pertama adalah penyerahan langsung sebidang tanah milik kerajaan kepada seorang tokoh militer terkemuka. Biasanya dipilih dari kalangan lord atau petani bebas. Dengan mendapatkan lahan tersebut, yang bersangkutan berhak untuk menarik pajak dari para petani yang ada di dalam kawasan tersebut karena penganugerahan fief  otomatis menjadikannya majikan atas seluruh penduduk setempat. Iapun berhak menerapkan otoritas legal.

Sementara itu kewajiban barunya terhadap raja adalah sumpah kesetiaan dan penyediaan tenaga militer berupa laskar berkuda dengan senjata lengkap yang khususnya bertugas mempertahankan wilayah setempat dari ancaman musuh-musuh raja. Ketika ia meninggal, lahan fief  tersebut dikembalikan pada raja karena pada dasarnya memang dimiliki oleh raja.

Cara kedua adalah fief  yang dibentuk dari tanah para lord yang diserahkan pada raja untuk mereka terima kembali sebagai lahan fief turun temurun dengan hak dan kewajiban tertentu. Para lord inipun berkewajiban mengikrar setia dan mempersenjatai serdadu.

Akan tetapi, pada perkembangannya fief yang dibentuk dengan cara pertama pun menjadi dikelola turun temurun. Hal ini berangsur-angsur mengakibatkan hilangnya perbedaan antara fief  yang awalnya merupakan tanah kerajaan/gereja serta fief yang awalnya berupa estat bebas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s