Pemusatan

Aku sering berpikir kalau diriku logay  atau loba  gaya. Kebanyakan maunya. Jack of all trades, master of none. Apalah itu. Seseorang pernah bilang,”Biasa anak muda, apa-apa ingin dicoba.” Apaan?! Sekarang sudah tua juga ga berubah. Huh!
Kadang iri pada orang yang punya satu  skill tertentu yang dia bisa konsentrasikan seluruh energi hidupnya di situ. Lalu jadi ahli. Hebat. Setiap bangun pagi tahu apa yang harus dan ingin dikerjakan. Sementara aku, bangun pagi, mandi, ambil buku. Ingat belum sarapan, masak, tapi lihat catatan resep dulu. Eh, kok nyelip  catatan baca waktu dulu. Jadilah cari buku lain dulu. Tahu-tahu sudah zhuhur, jadinya makan siang. Bayangkan sarapan aja gagal, apalagi karir? –‘
Tapi bukan berarti tanpa usaha. Karena aku tahu aku rugi. Aku kehilangan banyak hal gara-gara tidak konsentrasi. Karir, cinta, eh…hahaha, iseng.
Mungkin memang bukan tanpa alasan aku suka little prince. The wanderer. Terlalu banyak hal di sekeliling untuk ditengok dan dipertanyakan.
Hanya saja, hidup tidak selamanya, lalu aku mau apa? Mau buat apa? Itu yang akhirnya jadi bahan pikiran utama dalam lima tahun terakhir. Energi yang menurun drastis akibat banyak kehilangan perlahan-lahan dikumpulkan lagi. Pemahaman tentang kehidupan yang bolong-bolong, dicicil perlahan (ga akan tamat pekerjaan ini mah,  sebetulnya). Lalu saat aku pikir sudah waktunya mengambil langkah drastis lagi, datanglah berita penggalau itu. Atulah… Sulit nih recentering lagi. Bagaimana memusatkan pikiran kembali?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s