Guyub

Begitu kuatnya hasrat untuk seragam, untuk bersama–tapi tanpa berupaya untuk melihat sisi mana yang berbeda dan bagaimana menyikapinya–yang dirasakan muslim indonesia saat ini hingga akhirnya kemarahanlah yang bisa mempersatukan mereka. Miris rasanya melihat klaim-klaim persatuan yang dikibarkan di atas bara. Bukan hanya pada tertuduh penistaan tapi siapapun yang dianggap tidak mendukung aksi mereka.
Bagi mereka yang khawatir terjerat fitnah, ternyata sudah disiapkan pemakluman. Mereka itu pengecut. Tidak usah malu atau tersinggung, katanya. Bahkan Umar r.a. saja pernah ragu dan bersikap pengecut menghadapi kaum yang menolak menyerahkan zakat sepeninggal Rasulullah s.a.w. Namun Abu Bakar r.a. tetap kuat pendirian memerangi mereka. Umar lalu menyadari kekeliruannya. Pertanyaannya, relevankah kasus ini dijadikan analogi? 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s