And your name is…?

Ada sejumlah analisis yang mengupas ‘faktor-faktor ganjil’ baik dari segi supranatural atau fisika kuantum (Everett multiverse juga disebut-sebut di film ini pada sebuah adegan), seperti di sini. Tapi menurutku setiap cerita memiliki logika masing-masing yang menjadi dasar membangun unsur-unsur penceritaannya, ya meski jujur saja untuk film ini aku merasa taburan detil-detil keilmiahannya terasa berlebihan. Jadinya mau tak mau membuat berpikir ini mau fokus di supranatural atau fiksi ilmiahnya sih… 

Tapi aku tak mau ikut-ikut menganalisis, aku hanya ingin menulis sejumlah hal yang ikut tercetus di pikiran setelah menonton film ini. 

Pertama: nama. Sesuatu yang mistis, melampaui perjalanan supranatural. Meski Shakespeare bilang “what’s in a name?” sehingga mengakibatkan perseteruan dua keluarga turun temurun melarang cinta dua sejoli keturunan capulet dan montague, tapi demikianlah cerita ini justru menunjukkan pentingnya nama. Nama menjadi kunci. Dalam anime ini menjadi satu-satunya hal penting untuk menjaga memori dari kehilangan kenangan berharga. Penjelasan tunggal atas perasaan kosong (longing for something/someplace/someone?) yang menghantui. Lebih dari itu nama adalah ilmu pertama yang diajarkan Tuhan pada Adam sehingga ia dimuliakan lebih tinggi dari malaikat. Nama adalah mula dari pengenalan, terhadap apapun. Mengenali sesuatu adalah modal untuk beradab, untuk menghaturkan adab yang baik, tepat, sesuai. Mengenali sesuatu adalah perjalanan panjang dari permukaan hingga hakikat. Di mana terletak puncak kebijakan karena di titik itu adil terletak (meletakkan sesuatu pada tempatnya). Hey, lihat? Kita tersesat tanpa sebuah nama. 
Kedua: pengalaman atau mimpi. Pernahkah mengalami keraguan atas suatu kejadian apakah ia mimpi atau nyata. Ketikapun terbedakan antara mimpi dan realitas, yakinkah mana yang hakiki dan mana yang tidak? 
Terlepas dari itu, satu penjelasan yang bisa menenangkan dan cukup untuk bisa menerima keganjilan iti adalah ketidaktahuan. Tak semuanya harus masuk akal kan? Percayakah kamu dengan suatu prakonsepsi? Ilham? De javu? Firasat? Semua yang pernah dialami namun buntu dalam penjelasan. Dalam anime ini Mitsuha mungkin sempat mati, namun mungkin ia memang bukan hidup lagi, tapi belum sempat mati, mungkin justru Taki yang berada dalam dunia mimpi saat melihat nama Mitsuha pada daftar korban tewas tumbukan meteor. Bahkan mimpi pun belum dapat kita jelaskan sepenuhnya. Lalu ‘lupa’ jadi kunci di sini. Segala alur kehidupan yang membingungkan dan perjalanan bolak-balik jiwa di antara dua tubuh itu (kalau bisa dibilang begitu) terhapus sebagian oleh raibnya ingatan, menyisakan hal-hal teringat yang terhitung normal dan satu kerinduan yang mendalam, entah tentang apa.

Cerita dua orang yang bisa berkomunikasi (tidak langsung) padahal mereka hidup dalam waktu yang tidak sama ini mengingatkanku pada film Sandra Bullock dan Keanu Reeves, The Lake House  yang berkisah bahwa mereka hidup di satu rumah yang sama, tentu tidak pada waktu yang sama (terpisah waktu dua tahun), tapi mereka berkomunikasi lewat kotak surat (another parallel universe story?). Cerita ini ternyata diadaptasi dari film di Korsel yang diproduksi beberapa tahun sebelumnya.

Oh ya, omong-omong soal Korsel, aku tidak suka drama Korsel yang lebih mirip sinetron dan sangat artifisial, tapi aku sempat terkesan pada satu drama ‘Secret Garden‘. Kisahnya tentang pertukaran tubuh dua orang juga, yaps cerita romantik ujungnya, tapi waktu mereka sejalan. Hal menariknya, pemicu pertukaran tubuh mereka yang random itu juga terkait dengan tidur dan minuman beralkohol (kuchikamisake di anime dan sejenis minuman dari fermentasi bunga di kdrama). Aku jadi berpikir mitos itu mungkin memang hidup di kultur Asia Timur.

Nah, tentang pertukaran hidup inilah yang membawa kita pada hal ketiga: living another life.

Pernah tidak menginginkan kehidupan lain dari yang kita jalani sekarang? Tidak? Syukurlah. Pernah? Tak masalah asal tidak menghilangkan syukur. Mungkin itu kehidupan para aktor. Aku teringat ucapan Tom Hanks, bahwa dengan menjadi aktor dia bisa mencoba jadi apapun: pilot, tentara, dll. Meski hanya akting.

Nah, dalam kasus ini, pertukaran tubuh terjadi bukan hanya akting, tapi tokoh kita benar-benar menggantikan seseorang dalam hidupnya untuk satu atau beberapa hari. Tanpa persiapan, tanpa ancang-ancang, terlebih lagi transisi terjadi dari laki-laki ke perempuan. Horor! 

Sampai mereka berdua menyadari pertukaran itu lalu berusaha membuat aturan-aturan khusus yang perlu disepakati keduanya untuk ‘melindungi kehidupan masing-masing’, keganjilan muncul dan disadari orang sekelilingnya. Bagaimana tidak tentu aneh rasanya bangun pagi menemukan diri dalam tubuh asing, kehidupan asing, dan semuanya harus tetap berjalan (kupikir ya aneh juga, dalam dunia riil jika keajaiban itu terjadi, pada hari pertama aku takkan bisa langsung begitu saja mencoba berjalan dengan peran baru, tapi pasti akan menghabiskan waktu untuk mencari tahu aku ada di mana, di tempat apa, bagaimana cara kembali; lagipula diceritakan bahwa jarak kota mereka cukup dekat). Ah sudahlah, aku mulai melantur. Poin yang awalnya ingin kusorot adalah bagaimana kita bisa belajar untuk memahami orang lain dari sudut pandang mereka ketika kita benar-benar berdiri dari posisi mereka, dalam diri mereka. Bukan sebagai orang lain yang menyaksikan dari luar.

Baik Secret Garden atau Kimi no Na wa keduanya berakhir dengan hubungan romantis, aku belum menemukan film lain dengan tema serupa tapi berjenis nonromantis. Perkenalan akrab dengan diri seseorang melalui kesempatan mencoba langsung hidup sebagai yang bersangkuta mungkin mengungkap banyak keindahan yang sebelumnya tertutup. Yap, tentu saja kejelekannya juga mungkin turut tersingkap. Hanya saja seolah ada pesan ‘jika saja kamu tahu hidupku, kamu akan lebih dapat menerima keadaanku’. 

Empati mungkin hal yang sulit. Bahkan di masa ketika banyak orang berupaya hidup bak selebritas dengan meruah-ruah cerita terkait kehidupan pribadinya. Paradoksnya adalah kita mungkin jadi tahu banyak tentang hidup seseorang tapi tak tahu juga karena pengetahuan kita adalah informasi yang dibangun berdasarkan citra.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s