Hello…Welcoming The World Without You

Kuharap ini klimaksnya. Sepanjang perjalanan menekuri berbagai yang hilang dan kehilangan, emosiku naik turun. Sekali waktu sadar semua fana di dunia, tapi masih melempar tanya: kenapa aku, kenapa ia, kenapa segera? Mungkin aku memang bebal dalam hal ini. Sekali waktu seseorang menggambarkan jiwaku sebagai gadis cilik memeluk erat bonekanya. “Seandainya kuminta boneka itu, kamu akan berang bukan main”.

Secara fisik aku memang tidak menggenggam apapun, harta tak ada kecuali buku-buku yang tersebar di beberapa rumah orang. Pakaian hanya muat satu boks plastik. Jangan tanya rumah karena aku malah bercita-cita mengontrak seumur hidup meski dulu sudah pernah membuat desain rumah impian. Tapi orang tak berpunya bukan tak mungkin tamak.

Entah apa, tapi tautanku pada memori, kenangan, harapan, emosi begitu kuatnya. Mudah menunjukkan bukti bahwa kini aku tak bahagia, karena dengan mudahnya aku bisa menunjuk kambing hitam yang membuat ‘hidupku tak pernah sama lagi sejak saat itu, dan beginilah aku sekarang’. ‘Aku tak tahu lagi apa yang kuiinginkan’. (Bullshit! Tentu secara teori aku tahu, tapi kadang keputusasaan sejenak membutakan)

Jarak yang dibutuhkan tiap orang untuk memahami ‘selamat tinggal’ tidaklah sama. Seseorang kadang memiliki pengalaman pada usia terlampau dini hingga belum cukup mampu mempersepsikan dan menginterpretasi pengalaman ‘berpisah’ sehingga begitu akrab dengan kekosongan dan sepi tanpa tahu mengapa. Ada yang berontak dan menolak kenyataan hingga berjalan menantang batas-batas, bahkan menembus underworld untuk mengembalikan yang tiada; seperti pada kisah Children Who Chase a Lost Voice. Ada yang istilahnya ‘dapat menerima tapi tak sanggup melupakan’, yang ujungnya kuanggap hanya alasan. Penerimaan yang utuh adalah tanpa tapi.

Hello, Goodbye & Hello
I will never forget you
Hello, Goodbye & Hello
And I’m going to keep walking on this road

On this journey, starting from the moment I fell in love with you

Hello, Goodbye & Hello
I’ve met you  and I’m going to say goodbye to you now
Hello, Goodbye & Hello
And to this world without you, I’m going to say  Hello

Source: http://www.animelyrics.com/anime/hoshikodomo/hellogoodbyehello.htm

Hilang dan hadir sepantasnya disikapi sebagai pemberian seperti malam dan pagi. Tak ada yang memastikan kita menyaksikan mentari esok pagi, yang sudah jelas kita terima adalah hari ini dan saat ini. Tak ada yang salah jika kita kehilangan sesuatu berharga, mungkin sependek itulah rezekinya.

Memahami hal ini sangat dibantu oleh perenungan terhadap kisah Yusuf a.s. Setelah mimpi akan beroleh kemuliaan, ia malah dibuang ke dalam sumur kering oleh saudara-saudara tirinya; dipisahkan dari ayah dan saudara kandungnya semata wayang. Hidup bisa dianggap hancur pada satu titik, tapi kesadaran hubungan satu jiwa dengan Penciptanya yang sedemikian kuat yang menjadi satu-satunya yang hakiki, yang nyata, yang riil.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s