Complaint

Komplain merupakan salah satu fitur penting kemanusiaan. Kita punya harapan dan kita mampu menilai. Kita mendambakan kesempurnaan. Kita juga selalu, selalu menginginkan hal yang lebih baik. Namun realitas seringkali tidak dapat menawarkan lebih.

Erat sekali kaitan topik buku ini dengan situasiku beberapa tahun belakangan. Karena inilah masa-masa dengan komplain termasif dalam hidupku, sepertinya, haha.
Setiap orang memiliki ekspektasi tertentu dalam hidup. Seringkali juga kenyataan berkata lain. Konflik inilah yang kemudian menyiapkan atmosfer munculnya komplain, protes. Karena itu, menurut Baggini setidaknya ada sejumlah komponen yang membentuk suatu komplain: ada suatu ekspektasi dan ada kenyataan yang tak sesuai ekspektasi. Tapi tak cukup hanya dua itu, harus juga ada penolakan terhadap konflik ekspektasi-realitas tadi, karena ada juga yang dapat menerima hal-hal seperti itu. Selain itu ada pihak yang dapat menjadi sasaran komplain. 

Mungkin terasa sangat trivial, tapi tanpa ada pembahasan khusus terkait hal-hal semacam ini, kita akan terlempar pada situasi ‘seolah semua sudah dari sananya’ dan tak bisa cukup akuntabel mempertanggungjawabkan setiap respon kita terhadap dunia dengan sadar. Kadang kita dapat terjebak pada situasi di mana kita seharusnya protes tapi malah diam. Atau justru kita terlalu rewel dalam hal kecil yang semestinya diabaikan saja karena hanya akan memperumit situasi tanpa manfaat.

Baggini menyatakan dalam bukunya bahwa ia ingin fokus pada kasus-kasus dimana penginderaan terhadap sesuatu yang tidak berespada suatu hal dan ekspresi ketidakpuasan kita terhadapnya merupakan sesuatu yang tulus. Karena itu buku ini membawa kita berkontemplasi tentang apa saja yang kita adukan, kenapa kita mengadu, bagaimana setiap pengaduan kita menggambarkan diri kita. Juga membuat kita berpikir apakah kita masih harus terus mengadu, menguranginya, atau melakukannya dalam cara lain.

This book brings us to contemplate what we complain about, why we complain, what our complaints say about us, and whether we should complain more, less or just differently.


Keterangan Buku:
Judul: Complaint: From Minor Moans to Principled Protest
Penulis: Julian Baggini
Penerbit: Profile Books
Tahun Terbit: 2008

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s