Mental Traps

Pertama tahu tentang buku ini, rasanya kok seperti terbetik “obat gue kali ya?” 😀 Apalagi ‘dijanjikan’ kebahagiaan, hahaha. Kebanyakan orang tahu, terutama yang sering merasa terperangkap dalam labirin pemikirannya sendiri, bahwa kondisi tersebut benar-benar melelahkan lahir batin. Pusing tak ada ujung, tak jelas hasilnya, fisik pun lelah. Namun seringnya kita tak sadar–atau tak mau mengakui–saat sedang terperangkap di dalamnya.


André Kukla sebenarnya ‘hanya’ membantu memetakan masalah yang seolah tak jelas pangkal dan ujungnya itu. Bukan menemukan sesuatu hal yang baru. Tapi ia cukup menjernihkan masalah dengan mengidentifikasi dan membuat kategorisasi sehingga lebih mudah menentukan teknik mengatasinya.

Sebagai filsuf sains, ia memulai pendidikan tingginya dengan BA dalam matematika, MA dalam filsafat, dan terakhir PhD dalam psikologi. Bahkan ia berseloroh, jika saja ada level keempat, mungkin ia akan mengambil bidang lain lagi. Minatnya selalu berputar dalam ranah-ranah perbatasan filsafat dan psikologi. Karena itu ia berkata bahwa ia tak pernah benar-benar merasakan perbedaan bidang yang merupakan anak bungsu filsafat ini dengan induknya.

Kembali pada bukunya, menurut dia ada empat kesalahan utama dalam berpikir nonproduktif (yang menjadi mental traps bagi kita). Bagian pertama dari buku ini membahas turunan dari jenis yang pertama: bekerja terlalu keras! Apa? Bukanlah bekerja keras adalah sebuah virtu? Mungkin itu yang ada di benak kita. Tapi tidak lagi bila bentuknya adalah persistence (bekerja untuk mewujudkan sesuatu yang telah kehilangan nilainya); amplification (bekerja lebih dari cukup untuk meraih suatu tujuan); fixation (berusaha untuk sesuatu pada situasi ketika tak ada lagi yang perlu dikerjakan); atau reversion (bekerja untuk suatu tujuan yang sudah berada di luar kekuasaan dan kemampuan kita).  

Kukla menghabiskan setiap bab untuk membahas sebuah blunder dan juga menyajikan contohnya. Entah misalnya bagaimana kita hidup dalam angan-angan masa depan; bolak-balik memeriksa barang-barang yang kita pak untuk bepergian; atau sekedar melanjutkan permainan yang sudah tidak menyenangkan dengan alasan ‘tanggung’, atau ‘kadung’.

Melalui buku ini kita diajak untuk memperhatikan proses yang ada di kepala kita. Berpikir dengan sadar! Itu kuncinya. Seolah aneh, bagaimana mungkin orang berpikir tanpa sadar, karena berpikir sering dikaitkan dengan kesadaran. Padahal keduanya tidak serta merta serempak. Jenis-jenis mental traps itu buktinya. Kita juga perlu membuka kemungkinan bahwa kelelahan, ketidakpuasan, atau keberangan kita pada banyak hal seringkali akibat cara kita yang salah dalam memandang dunia. Akibat pemikiran yang tak produktif, kita tak dapat menikmati hidup, living life to the fullest! Lalu…sulit berbahagia.

Keterangan Buku:

Judul: Mental Traps
Penulis: André Kukla
Penerbit: McGraw-Hill Education (India) Pvt Limited
Tahun Terbit: 2006

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s