Filsafat Sosial

Hari ini kita menjalani kehidupan yang mungkin tak pernah dibayangkan leluhur kita ratusan atau ribuan tahun lalu. Perubahan lahir dan niscaya mengikuti setiap langkah peradaban manusia. Hadir beberapa saat ketika manusia merasa ada yang perlu berganti dari cara-cara atau proses yang sudah biasa berjalan. Hal itu juga terjadi dalam struktur sosial. Kita saksikan bahwa partai politik atau gerakan masyarakat manapun senantiasa membawa ‘agenda perubahan’. Terlepas dari kesungguhan mereka dalam merumuskan perubahan ke arah lebih baik atau semata ingin bergantian menjadi rezim. Terkadang perubahan dimaknai sebagai perkembangan ‘maju ke depan’ dari praktik yang lazim. Bisa juga ingin mengembalikan ‘kejayaan sebelum terjadi kemerosotan’.

Filsafat sosial membahas seluruh diskusi tentang prinsip-prinsip sosial tadi pada level yang lebih dalam dari ‘agenda’ atau ‘teknis’ perubahan. Pertanyaan-pertanyaan abstrak seperti apakah yang menyebabkan suatu hukum sahih? Mengapa pemerintahan diperlukan? Atau prinsip apa yang semestinya mengarahkan sistem distribusi sosial? merupakan bahasan dalam filsafat sosial. Namun jawaban abstrak dari pertanyaan-pertanyaan tadi tidak cukup karena setiap masyarakat memiliki konteks khusus yang darinya persoalan timbul dan dengan mempertimbangkannya setiap persoalan harus dijawab. Bahasan filsafat sosial tidak dapat ‘ahistoris’.

Penulis buku ini berupaya untuk menyarikan pergelutan ide panjang filsafat sosial yang berkembang di Barat tersebut. Konteks yang menyertai masa lahirnya  feodalisme hingga hadirnya pasar bebas diuraikan untuk dapat kita gunakan sebagai penelusuran jejak ke belakang.

Perubahan-perubahan besar yang terjadi seringkali tidak begitu asing dengan praktik-praktik lama. Karena masih selalu ada tradisi yang terikut, atau justru karena tradisi lama merupakan batu pijakan dalam menumbuhkan ide baru. Bagaimanapun kita tetap merupakan spesies yang sama. 
Dalam perubahan-perubahan struktur inipun kita akan melihat pertarungan kuasa yang besar. 

Karena buku ini lumayan tipis, jadinya hanya memberi gambaran besar terkait proses tersebut. Posisinya memang hanya sebagai introductory text jadi untuk memiliki pemahaman utuh masih harus mencari detail dari rujukan lain. Ada bibliografi di bagian belakang buku yang dapat membantu pencarian itu, tapi aku merekomendasikan juga beberapa catatan perkuliahan pada topik-topik tertentu seperti yang ditulis Prof Lynn Harry Nelson dari University of Kansas untuk topik Medieaval Europe. Juga disarankan untuk mengecek beberapa istilah kunci yang penggunaannya kurang tertib (misalnya pencampuran istilah serf dan slave, atau lord dan baron), entah karena faktor terjemahan atau memang demikian dari teks aslinya (aku tak punya akses pada teks aslinya).
Keterangan Buku:

Judul: Filsafat Sosial (asli: Social Philosophy)
Penulis: Hans Fink
Penerjemah: Sigit Djatmiko
Penerbit: Pustaka Pelajar, Yogyakarta
Tahun Terbit: 2010 (cetakan kedua)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s