Mbak Tyas yang Sekelebat Hadir Lalu Pergi

 

kuburan3
sumber ilustrasi: justrifky.wordpress.com

Ga bisa tidur lagi setelah mendengar kabar seorang kawan lama(?) atau baru tapi cukup lama (relatif) tak kontak. Perkenalan kami sesaat, tapi karena forumnya adalah semacam terapi di mana kami bercerita banyak tentang diri masing-masing, rasanya perkawanan itu sudah terasa lama, lebih dari sekedar kenalan. Kabar terbarunya adalah: beliau wafat. Waktunya di permulaan Syawal kemarin. Aku tak tahu karena waktu itu aku masih on off FB, tidak lagi menggunakan WA, otomatis tak ada kabar sama sekali. Pikiranku seperti off sesaat. Aku masih melanjutkan aktivitas harian (apalagi hari ini aku baru saja merasa mendingan setelah sakit, jadi banyak kerjaan tertunda yang harus segera diselesaikan) hingga isya, lalu di waktu luang aku mencari tahu apa yang sebenarnya kulewatkan.

 

Pencarianku berawal dari timelinenya sendiri yang ternyata berhenti di Bulan Januari, aku ingat sepertinya aku masih membaca postingan itu karena memuat tag kawanku. Lalu aku beranjak pada wall sahabatnya. Masih banyak cuplikan tentang berita kematiannya. Ya Tuhan, aku lalu menelusuri blognya. Blog yang ditulis sejak tahun 2013 itu mulanya dibuat untuk merekam perjalanannya dalam mengikuti program bayi tabung. Dari yang kubaca, prosedur itu dipilih setelah penantian enam tahun pernikahannya tanpa kehadiran buah hati. Perjalanan yang benar-benar berat dan mengubah banyak hal bahkan berujung sangat tak terduga setelah terbukanya satu persatu yang semula adalah rahasia-Nya.

 

Aku takkan mengisahkan ulang detilnya, yang bisa dibaca di link ini. Hanya saja aku ingin menulis sedikit kesan yang mendalam dalam perjuangan terakhirnya dalam hidup hingga detik-detik terakhirnya. Diagnosa penyakitnya sendiri baru diketahui April, dan aku pun tak tahu, kuketahui semua hanya dari blog-nya saja yang ditulis Mei lalu. Ia bahkan mengatakan kaget dengan diagnosa penyakitnya karena tak merasakan ada sindrom apapun. Tulisan terakhirnya di blog berupa ulasan perjalanannya bersama suami tahun lalu. Setelah itu, sudah. Ada satu tulisan lain  pada blog keroyokan venusofink, mungkin ditulis saat sakitnya mulai terasa karena topiknya terkait diskrepansi antara keinginan dan realita dan nasehatnya untuk tidak melawan kenyataan. Ya sudah, taat saja, ujarnya.

 

Tulisanku ini kurasa sendiri memang kacau, karena aku merasa perasaanku campur aduk saat ini. Ya Allah, bisa begitu caranya Engkau menarik seseorang untuk dekat denganMu. Memberinya kekuatan untuk berjalan, tapi lalu menunda harapannya mewujud, memberinya luka, untungnya ia tetap menengadah pada-Mu sembari tangannya berupaya membereskan yang ada dalam jangkauan, ia semakin kuat untuk menaruh harapan pada-Mu hingga menggerakkannya untuk mencoba lagi, beberapa kali. Upaya IVF itu kini kupandang hanya sebagai skenario wasilahMu. Mengajarinya untuk pasrah, berserah, tanpa merasa kehilangan apapun karena semuanya tentang Engkau. Di titik ini aku menangis, Allah, Kaubimbing ia, saudariku hingga saat terakhirnya, Kau bukakan tanda-tanda padanya, sambutlah ia dengan kasihmu ya Allah, yang akan menghapus dukanya di bumi. Ujian berlanjut pada kami yang ditinggalkan, terutama yang terdekat dengannya. Kuatkan mereka Ya Allah… sisipkan kelegaan dalam hati mereka bahwa yang mereka cintai telah berkumpul kembali dengan kekasih sejatinya, setelah melalui proses penempaan yang luar biasa hingga ajal menjemputnya.

 

“Semangat dalam jalan-Nya is always the best option that we had💖

Tyas Titisari
050482 – 050717

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s