Kau belum juga beranjak

Aku merinding sendiri terhadap pikiranku tentangmu malam ini, Re. Benarkah kau bisa menjadi penjaraku saat kuhampiri kau sebagai rumahku. Aku takut, karena hartaku yang paling berharga adalah kebebasan. Aku takut bisa merelakannya, bila kau yang minta. Aku segan melangkah. Aku ingin pulang, tapi begitu takut takkan dapat melihat matahari lagi sesegera aku melewati pintu.

Aku tak yakin kau bisa setega itu. Tapi jika lukamu belum sembuh, mungkin kau juga tak sadar erangmu dapat melukaiku. Semuanya tidak realistis, sedari awal. Entah kenapa kita selalu memaksa, dan merasa lolos. Hingga kita tiba di pintu terakhir, ragu barulah menggelayuti kakiku. Takut, tiba-tiba merasuk. Berapa tahun? Belasan, mungkin. Atau lebih?

iPusnas

Tampilan utama aplikasi i-pusnas.

Aplikasi untuk mengakses ribuan buku digital koleksi Perpustakaan Nasional RI ini memang sudah lebih dari setahun diluncurkan. Akan tetapi baru-baru ini saja kumulai menggunakannya.

Ada kategori yang bisa dipilih untuk mempersempit jangkauan pencarian buku.

Cara menggunakan aplikasi ini secara detail dapat dilihat di sini.

Siapakah Kaum Tak Beriman Itu (8/8)

Bagian terakhir dari rangkaian terjemahan ini seharusnya terletak di awal sebagai ‘catatan penerjemah’, namun diakhirkan setelah kuputuskan untuk menerbitkan bagian perbagian dari makalah ini tanpa menunggu seluruh pekerjaan menerjemahkan selesai. Harapanku agar ada waktu juga bagi yang tertarik membaca untuk mendalami dan memahami sedikit demi sedikit hingga mencapai kesimpulan yang utuh dari penulis, syekh Hamza Yusuf. Selain itu, urgensitas hadirnya terjemahan ini menurutku cukup tinggi belakangan ini. Akhirnya, pengantar atas terjemahan yang kukerjakan sejak pertengahan Maret hingga awal April 2017 (setelah itu penyuntingannya tertunda, sehingga sebagiannya baru diterbitkan lagi di bulan Mei 2017) dapat mulai kutulis setelah seluruh rangkaian terjemahannya rampung dengan izin Allah. Continue reading “Siapakah Kaum Tak Beriman Itu (8/8)”

Siapakah Kaum Tak Beriman Itu? (3/8)

Diterjemahkan dari Who Are the Disbelievers?”  (Hamza Yusuf)



Terjemahan ini merupakan rangkaian dari delapan bagian pembahasan 

dalam makalah asli oleh Syaikh Hamza Yusuf yang dimuat 

pada Jurnal' Season' terbitan Zaytuna Tahun 2008.

Kategori Kekufuran Menurut Ibn Qayyim al-Jawziyyah

Seorang ‘alim yang sangat produktif berkarya, Ibn Qayyim al-Jawziyyah menggolongkan dua tipe kekufuran yang mencakup sejumlah subkategori. Beliau mempertimbangkan keempat jenis kekufuran yang telah disebutkan sebelumnya berbeda dalam derajat, bukan dalam tipenya (saja, pen), keseluruhannya berujung pada ganjaran pedih di akhirat. Jenis kekufuran ini disebut kufr akbar (kufur besar) dan kufr al-ashgar (kufur kecil). Di masa lalu, akibat ketidakpahaman terhadap kufr al –ashgar  ini, sejumlah otoritas muslim salah menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an dan hadits Nabi SAW, kemudian mereka mengucilkan beberapa muslim tanpa hak. Continue reading “Siapakah Kaum Tak Beriman Itu? (3/8)”