A Poetry From Elizabeth Bishop

One Art
Elizabeth Bishop (1911-1979)

The art of losing isn’t hard to master;

so many things seem filled with the intent
to be lost that their loss is no disaster.

Lose something every day. Accept the fluster

of lost door keys, the hour badly spent.
The art of losing isn’t hard to master.

Then practice losing farther, losing faster:

places, and names, and where it was you meant
to travel. None of these will bring disaster.

I lost my mother’s watch. And look! my last, or

next-to-last, of three loved houses went.
The art of losing isn’t hard to master.

I lost two cities, lovely ones. And, vaster,

some realms I owned, two rivers, a continent.
I miss them, but it wasn’t a disaster.

–Even losing you (the joking voice, a gesture

I love) I shan’t have lied. It’s evident
the art of losing’s not too hard to master

though it may look like (Write it!) like disaster.

Ada banyak alasan untuk ‘melepas’.

Advertisements

Siapakah Kaum Tak Beriman Itu? (3/8)

Diterjemahkan dari Who Are the Disbelievers?”  (Hamza Yusuf)

oleh Rira Nurmaida

Terjemahan ini merupakan rangkaian dari delapan bagian pembahasan 

dalam makalah asli oleh Syaikh Hamza Yusuf yang dimuat 

pada Jurnal' Season' terbitan Zaytuna Tahun 2008.

Kategori Kekufuran Menurut Ibn Qayyim al-Jawziyyah

Seorang ‘alim yang sangat produktif berkarya, Ibn Qayyim al-Jawziyyah menggolongkan dua tipe kekufuran yang mencakup sejumlah subkategori. Beliau mempertimbangkan keempat jenis kekufuran yang telah disebutkan sebelumnya berbeda dalam derajat, bukan dalam tipenya (saja, pen), keseluruhannya berujung pada ganjaran pedih di akhirat. Jenis kekufuran ini disebut kufr akbar (kufur besar) dan kufr al-ashgar (kufur kecil). Di masa lalu, akibat ketidakpahaman terhadap kufr al –ashgar  ini, sejumlah otoritas muslim salah menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an dan hadits Nabi SAW, kemudian mereka mengucilkan beberapa muslim tanpa hak. Continue reading “Siapakah Kaum Tak Beriman Itu? (3/8)”