Ryoma

Pertama mendengar namanya justru dari drama. Tapi berhubung malas rasanya nonton puluhan episode yang masing-masing berdurasi sejam, kucari bahan lain yang lebih ‘ramah’: buku. Ternyata ada memang yang menulis tentang legenda Jepang di sekitar Restorasi Meiji ini hanya saja cukup sulit untuk mendapatkannya. Pernah lihat karya penulis yang sama di salah satu toko buku impor , tapi judul ini tak ada. Bahkan di internetpun sulit sampai aku nyasar ke Bakumatsu.ru. Kutemukan copy naskah Ryoma: Life of a Renaissance Samurai ini di sana.

Continue reading “Ryoma”

The Velveteen Rabbit

Apa itu riil? Apa ciri-ciri riil? Apakah mainanmu riil? Mainan yang kaubawa kemanapun, kaumainkan, menemanimu saat tidur, riil-kah ia? Buku ini sangat dekat temanya dengan anak dan menjadi jembatan pada pemikiran mendalam tentang ‘ada’, ‘eksis’, ‘menjadi’.

Ceritanya mengenai sebuah boneka kelinci kesayangan seorang anak. Seakan tak pernah lepas, sosok boneka kelinci ini menjadi riil bagi si anak. Boneka kelinci merasa riil karena dicintai. Hingga si anak jatuh sakit…
Keterangan Buku:

Judul: The Velveteen Rabbit
Penulis: Margery Williams
Ilustrator: William Nicholson
Penerbit:
Tahun Terbit: 

Melepaskan Pola Pikir Polar dan Spektrum

Langsung saja ya. Dalam beragama, misalnya kita sering diposisikan untuk “memilih” atau dikotak-kotakkan pada dua ekstrim: moderat atau fundamentalis? Tradisionalis atau progresif? Kanan atau kiri? Atau yang lebih bermurah hati membuat barisan lebih panjang, bukan pengkutuban tapi suatu spektrum dari panjang gelombang taqwa tertinggi hingga terendah (seolah-olah bisa diukur), dari muslim militan, muslim taat, muslim biasa, hingga muslim KTP.

Continue reading “Melepaskan Pola Pikir Polar dan Spektrum”

Filsafat Sosial

Hari ini kita menjalani kehidupan yang mungkin tak pernah dibayangkan leluhur kita ratusan atau ribuan tahun lalu. Perubahan lahir dan niscaya mengikuti setiap langkah peradaban manusia. Hadir beberapa saat ketika manusia merasa ada yang perlu berganti dari cara-cara atau proses yang sudah biasa berjalan. Hal itu juga terjadi dalam struktur sosial. Kita saksikan bahwa partai politik atau gerakan masyarakat manapun senantiasa membawa ‘agenda perubahan’. Terlepas dari kesungguhan mereka dalam merumuskan perubahan ke arah lebih baik atau semata ingin bergantian menjadi rezim. Terkadang perubahan dimaknai sebagai perkembangan ‘maju ke depan’ dari praktik yang lazim. Bisa juga ingin mengembalikan ‘kejayaan sebelum terjadi kemerosotan’.
Continue reading “Filsafat Sosial”

Terres des Homes

Badai, kabut, salju terkadang akan membuatmu jengkel. Waktu itu, kau harus ingat pada semua orang yang telah mengalami yang serupa juga sebelum kau, dan harus berkata pada diri sendiri: APA YANG TELAH DIATASI ORANG LAIN, KAUPUN HARUS SELALU DAPAT MENGATASINYA.

(Guillaumet)

Dalam bukunya ini, Saint Exupèry menceritakan kehidupan dalam pekerjaan yang senantiasa membawanya ‘jauh dari rumah’. Keterasingan yang ia rasakan bukan semata keberjarakan dari ranjang yang nyaman, kursi duduk atau cangkir kopi dari dapur sendiri, tapi terbentang lebih jauh dari itu: berjarak dari hamparan tanah itu sendiri.

Continue reading “Terres des Homes”

In the calm night, concealed are the dreams

سكن الليل، و في السكون تختبي الأحلام

(جبران خليل جبران)

What’s the odd? You might ask. I spent day by day sewing, reading, cooking, playing with kids (yeah, I don’t have any of my own, but my friends are so kind to let me play with theirs occasionally). In the night I would dream. Specifically, dreams about physics. I don’t know when does it start, but at least 80% of my dreams were taking places in campus, lecture halls, simply..classes, library. Sometimes I attend lectures, some seminars, or just doing some calculation in the lab (Yes that lab, the one which you can see the Einstein picture in the wall opposite to the entry). In the other time I presented my works, sometimes I discussed a few things or just strolling between the book aisles.

Today, I went to a strange place, looks like a very big lecture hall, and it’s interestingly elegant, somehow old but neat and clean, and…fresh. Crowded by students (I would say we’re on our teens so I bet the story happen in my high school years. But even so, it was not any close to my then high school. The place, the surrounding, the ambience are all different),  it closely resemblance the Hogwarts hall, perhaps, but brighter, much more bright. The hopeful air of youth, of fear of nothing, of worry less, of promising bright future, and the delicacy of knowledge filled up the space. 

The chattering students, suddenly silenced as the professor came to the podium and started speaking. Then I watched, I listened. I decided not to go anywhere. I froze the time; the moment eternalized.

That just one of the amusing stories I saw every night. That might be the voice of my subconscious; my longing for an academic career. What kind of dreams are they? What are they portraying? Could it be a flashback or flashforward, or the present, things that are now happening in my inner self? 

Something never really goes after you walked away, because you’ve never intended to leave it. Those who don’t understand would comment you took the wrong major in college. They don’t understand complexity does occur. Things are not going linear everytime. It has something to do with one or more wrong decisions, or simply a misfortune. 

Berakhir Pekan dengan Daluang di Pesona Jogja

Apa itu daluang?

Aku baru pertama kali mendengarnya saat mendapat informasi akan dilaksanakan workshop kriya membuat clutch dari daluang.  Pada poster tercantum bahwa acara diselenggarakan oleh Kriya Indonesia bekerjasama dengan Brother Indonesia. Adapun materinya disampaikan oleh Astri Damayanti (Kriya Indonesia), Tanti Amelia (Neng Doodle), serta seorang berkebangsaan Jepang Sakamoto Isamu dengan keterangan sebagai ahli daluang.

Continue reading “Berakhir Pekan dengan Daluang di Pesona Jogja”