Kau belum juga beranjak

Aku merinding sendiri terhadap pikiranku tentangmu malam ini, Re. Benarkah kau bisa menjadi penjaraku saat kuhampiri kau sebagai rumahku. Aku takut, karena hartaku yang paling berharga adalah kebebasan. Aku takut bisa merelakannya, bila kau yang minta. Aku segan melangkah. Aku ingin pulang, tapi begitu takut takkan dapat melihat matahari lagi sesegera aku melewati pintu.

Aku tak yakin kau bisa setega itu. Tapi jika lukamu belum sembuh, mungkin kau juga tak sadar erangmu dapat melukaiku. Semuanya tidak realistis, sedari awal. Entah kenapa kita selalu memaksa, dan merasa lolos. Hingga kita tiba di pintu terakhir, ragu barulah menggelayuti kakiku. Takut, tiba-tiba merasuk. Berapa tahun? Belasan, mungkin. Atau lebih?

My 25th Birthday

It happened almost five years ago, and I don’t know why do I remember that day all of sudden. But, indeed it was a special day for me.
On that day:
1. Some new colleagues wished me a “happy birthday” on our breakfast together before a class.
2. I gave my self one travel bag full of books as a gift (most of them are children literary classics of which I used to borrow at the library, yeay the smell of “real books”, and those are mine), maybe it’s for the birthday, or the parting gift just to comfort myself, or both.
3. I let go off my childhood dream and said goodbye to what I would become if I keep pursuing it.
4. I went home heartbroken and was crying in the airplane.