Beg, Steal, and Borrow

Dalam salah satu episode The Big Bang Theory, saat Sheldon Cooper dikunjungi Wil Wheaton bersama Adam, putra Leonard Nimoy untuk pengambilan video, ia berkata kurang lebih seperti ini, “Sorry but, you’re only half of Spock. I mean half of you’re DNA is your mom’s”. Dengan logika yang sama, bahkan Leonard Nimoy (pemeran Spock idola Sheldon) yang orisinal pun, tidak begitu orisinal jika mengingat ia juga perpaduan DNA orangtuanya. Adegan tersebut menggambarkan ide yang dibahas dalam buku ini: mempertanyakan lagi konsep orisinalitas dalam hidup kita. Setelah Adam dan Hawa tak ada lagi manusia yang orisinal di bumi ini. Seluruhnya adalah salinan dan pembauran dari berbagai data DNA yang diwariskan dari orangtua, dan bersambung terus pada leluhurnya.

Bahkan dalam perilaku, kita belajar dengan meniru. Hal tersebut sangat fundamental. Sebelum kita mampu berpikir dengan sempurna, kita belajar berjalan, menggunakan peralatan makan, bernyanyi, dengan meniru. Hal itulah tesis utama dari penulis buku ini. Dalam dunia seni, semuanya adalah reka ulang, pengembangan, tiruan, reproduksi dari segala yang pernah ada. Para pelukis pada mulanya membuat gambar dengan meniru alam. Kemudian menginspirasi seniman setelahnya, demikian terus yang terjadi dalam sepanjang sejarah seni. Rekontekstualisasi, pengadaptasian, pembuatan versi baru dari suatu pesan melalui seni merupakan sesuatu yang berlangsung dari dulu dan terus hidup hingga kini dalam dunia seni.

Continue reading “Beg, Steal, and Borrow”