Menulis Untuk Khalayak

Salah satu tulisan yang kubuat dalam perkuliahan Jurnalisme Sains dan Teknologi (2007 atau 2008)

Pendahuluan: Kita dan Budaya Pena
Masyarakat Indonesia tidak tumbuh sebagai masyarakat yang dekat dengan budaya pena. Menulis—kecuali menulis faktur, nota, dll—bahkan hingga saat ini masih menjadi sesuatu yang tidak akrab digeluti dalam keseharian. Mengarang menjadi pelajaran yang membosankan. Menulis buku harian nampak cengeng dan membuang-buang waktu. Pekerjaan sebagai seorang penulis dianggap tidak prospektif dan ’kering’. Dalam kaitannya dengan perubahan sosial, menulis sering dianggap sebagai aksi yang ’tidak riil’. Teoritis. Semua paradigma itu terbentuk secara kultural. Kita, sebagai masyarakat Indonesia memang bukan tipe masyarakat yang memiliki kecintaan terhadap tulisan. Kita terbentuk menjadi masyarakat lisan, yang mengandalkan penyebaran informasi dari mulut-ke mulut.

Continue reading “Menulis Untuk Khalayak”