Memahami Puisi Secara Semiotik

Bagaimana kita memaknai puisi? Dari sudut pandang semiotik sebagaimana yang dirumuskan oleh Riffaterre, hal ini setidaknya dilakukan dalam dua tahapan. Yang pertama adalah pembacaan heuristik dan dilanjutkan dengan pembacaan hermeneutik atau disebut juga retroaktif.

Continue reading “Memahami Puisi Secara Semiotik”

little prince

Ada resah, menyemai gundah

kuhela napas dan berhenti bertanya,

lega rasanya, tapi hampa.

Kalau tak boleh bertanya, buat apa ‘?’ dicipta

 

Kupilih pulang dan tetap bertanya,

mungkin ia di sana,

sahabatku akan menjawabnya, atau menemaniku dalam resah

walau terkadang langkah tertahan dan bertubi-tubi godaan hati untuk kembali

karena ragu ia menunggu.

 

ah, betapa hidup sungguh mudah

bila gundah ini tiada.

Sajak-sajak Tan Lioe Ie

Aku Danau; Aku Laut

Aku danau yang menadah bening hujan
Ikan-ikan dengan sirip letih
bermain di ganggang dan sejuk airku
Bulan, bintang yang kupunya
Hanya cahaya dan bayangan

Aku laut yang menampung keruh sungai
Kelepak duka camar terakhir
dititipkan di pucuk gelombangku
Sesekali kulepas rinduku pada pasir
Tapi selalu ada saat untuk surut menjauh

Elang yang Sendiri

Elang itu aku. Melayang
Sambil bercermin di laut
(Masih saja laut gemar menggoda
menggambar sosok yang samar)

Di kejauhan berkelompok merpati
Saling pikat ke sarang masing-masing
Kaukah di sana? Senantiasa
Bimbang.

Sedang aku?
Aku masih ingin terbang sendiri
Jika aku letih, kurentangkan sayap
dan angin akan menyanggaku
Sambil kueja semesta
yang belum usai membuka diri.